Hikmah Ikhlas

Sesaat membaca hikmah Ikhlas yang dituliskan di web Aswajamuda.com ada beberapa resume yang ingin kutuliskan disini.

Amal ibadah yang dilakukan tanpa ikhlas seperti jasad tanpa ruh. Ruh dari segala amal adalah Ikhlas. Saya memahami bahwa Ikhlas adalah penting dalam segala amal. Namun disisi lain ketika disadari bahwa

“Ikhlas adalah terselamatkannya amalan dari penyakit hati. Terselamatkannya amalan dari tercampurnya dengan nafsu”.

Semakin lama semakin disadari bahwa hal yang paling harus dimenangkan adalah menaklukkan diri sendiri, menaklukkan nafsu yang membisik-bisik di hati.
Ikhlas dibagi menjadi 3 tingkatan:

Ikhlasnya Orang Ahli Ibadah
Ikhlasnya orang ahli ibadah ditandai dengan selamatnya amal ibadahnya dari riya’ yang terang-terangan maupun yang samar. Contoh Riya’ yang saya maksud adalah:

  1. Riya’ dalam masalah penampilan jasmani.
    Misalnya memperlihatkan badan yang kurus dan pucat agar disangka banyak puasa dan tahajud.
  2. Riya’ dalam penampilan pakaian.
    Misalnya memakai baju koko untuk dikira sholeh, dan memperlihatkan tanda hitam di dahi untuk dikira rajin sholat.
  3. Riya’ dalam perkataan.
    Misalnya orang yang selalu bicara agama agar dipuji sebagai orang yang ahli agama.
  4. Riya’ dalam perbuatan.
    Misalnya orang yang sengaja memperbanyak shalat sunnah di hadapan orang banyak agar disangka orang sholeh. Atau seseorang yang pergi berhaji/umroh untuk memperbaiki citranya di masyarakat.
  5. Riya dalam persahabatan
    Misalnya orang yang sengaja mengikuti ustadz ke manapun beliau pergi agar disangka ia termasuk orang alim (bermaksud pamer).

Selain itu, amalan yang dilakukan oleh orang yang ahli ibadah agar ikhlas adalah terbebas dari tercampurnya amalan dengan nafsu, niat yang tidak sesuai misalnya.

Ikhlasnya orang yang Cinta kepada Alloh Ta’ala. Keikhlasan pada tingkatan ini melakukan amalan karena ingin mengagungkan Alloh Ta’ala. Bukan lagi karena mengharapkan surga dan neraka, namun karena kecintaan terhadap Alloh Ta’ala. Jika ada pertanyaan, “Jika surga dan neraka tak pernah ada, masihkah kau sujud kepada-Nya?”, maka keikhlasan karena Cinta kepada Alloh Ta’ala akan menjawab, “Iya” seperti yang disampaikan Abu Sulaiman ad-Darani:

لَوْ خُيِّرْتُ رَكْعَتَيْنِ وَدُخُولِ الْفِرْدَوْسِ لَاخْتَرْتُ رَكْعَتَيْنِ. لِأَنَّ فِي الْفِرْدَوْسِ بِحَظِّي وَفِي الرَّكْعَتَيْنِ بِرَبِّي.

“Andikan aku diminta memilih shalat dua rakaat dan masuk surga Firdaus, niscaya aku pilih shalat dua rakaat. Sebab dalam memilih surge Firdaus terdapat keuntungan bagiku, dan dalam memilih shalat dua rakaat terdapat kepatuhan terhadap Tuhanku.”

Ikhlasnya Orang yang Arif Bijaksana. Keikhlasan pada tingkatan ini menyadari bahwa Alloh Ta’ala telah mengatur segala apa yang terjadi pada dirinya maupun dunia, sehingga terlepas sama sekali dari sifat membagakan diri, sombong, riya’ dsb, karena kebaikan yang datang kepadanya adalah karena Alloh Ta’ala. Keikhlasan pada tingkatan ini juga tidak merasa eman dengan harta, dan sudah sepenuhnya terlepas dari merasa memiliki harta, karena merasa harta yang dimilikinya hakikinya adalah harta dari Alloh Ta’ala. Sama sekali tidak menghitung-hitung segala apa yang dilakukan dalam beribadah dan terbebas dari rencana (senang dan kecewa) dan kekuatan.
Keikhasan merupakan sifat baik yang perlu dilatih. Bukan berarti jika masih susah ikhlas kemudian tidak beramal. Mari berlatih untuk beramal dengan ikhlas.

 

Iklan

Kerja Akal

Akal bekerja sesuai dengan konsep kebenaran. Nafsu dan kepentingan pribadi menjadi penyebab akal terhijabi dari kebenaran dan memilih untuk terkurung dalam sesuatu yang tidak perlu.

Akal bekerja untuk menuntun kepada kebenaran, bukan pada subtansi materi, tapi pada konsep. Contohnya ketika akal menentukan aksioma 1+1 = 2. Satu kayu ditambah satu kaya hasilnya adalah dua kayu. Bukan berarti jika kayunya tidak ada, kemudian satu ditambah satu tidak sama dengan dua. Meskipun percobaan empirik yang dilakukan adalah penjumlahan materi satu kayu ditambah satu kayu.

Mungkin dan Tidak Mungkin
Mungkin dan tidak mungkin adalah konsep yang dimiliki oleh akal yang banyak terpengaruhi oleh kepentingan dan pengalaman. Banyak orang yang menentukan mungkin dan tidak mungkin berdasarkan pengalaman, dan bukan pada kebenaran. Contohnya, apakah mungkin orang mati hidup lagi? beberapa orang akan mengatakan tidak mungkin, sebab mereka tidak pernah menjumpai. Aneh, mereka hanya penonton tapi mengatakan tidak mungkin, padahal tidak memiliki peran/kemampuan dalam menghidupkan/mematikan.

Kadang manusia lancang mengatakan tidak mungkin seolah-olah dia berkuasa atas segala sesuatunya. Perhatikan konsep SPO berikut ini.

“Zilong membuat mobil”

Namun ketika mobil buatan zilong hancur, beberapa orang akan mengatakan mobil tersebut tidak akan bisa kembali seperti sedia kala. Orang tersebut mengatakan hal tsb karena orang tersebut tidak bisa memperbaiki dan parahnya mewakili peran sebagai pembuatnya.

Subjeknya adalah Zilong, Predikatnya adalah membuat, dan objeknya adalah mobil. Jika yang dimaksud mobilnya bisa kembali lagi seperti sedia kala tanpa subjek, maka hal tersebut tidak mungkin, tapi jangan lupakan Subjek yang menguasi objek tersebut.

 

Prolog Sajak Jaiz

Bagi pena, prosaku serupa sebuah cintanya padaku yang tak akan mampu dihapus sendiri olehnya, dia mengorbankan tintanya habis menjadi makna hanya untuk menuliskan kata-kata yang kutahu tidak akan mengerti jika dibacanya.

Bagi buku, prosaku adalah serupa rahasia kenangan yang selalu dia jaga. dia menyerahkan lembar lembar kosong untuk kuisi dengan apa-apa yang kupikirkan. dia tahu dia akan habis dalam dekat. namun dia menyadari dengan prosa itu dia punya tempat istimewa untukku.

Tulisku kali ini adalah rumit, maka aku adalah senang, aku adalah lari, aku adalah mencapai, aku adalah genggam, aku adalah lupa, aku adalah mengabaikan, aku adalah mengerti, aku adalah aku. Aku adalah penyair yang bersandiwara dengan fitrahnya. mengenakan pakaian yang bukan perannya, memainkan pedang yang terbiasa pena, berucap berani padahal takutnya setengah mati. namun itu berhasil.

Aku menuliskan ceritaku dengan sederhana, dengan huruf-huruf yang berjajar lalu kuberi makna dengan hikmat mengguratkan kata-kataku yang telah kupilih diatas buku-bukuku.

Checklist Belanja dan Niat

Seringkali kita mendengar bahwa harus ada niat dalam setiap amal yang kita lakukan. Niat memang terlihat sederhana. Bisa jadi Niat adalah sesuatu yang tidak terpikirkan untuk dibahas detail  dan dalam. Dalam sebuah pengalaman, saya menyadari dan berpendapat bahwa Niat adalah sesuatu hal luar biasa yang perlu dipelajari dan diperdalam oleh setiap orang.

Baca lebih lanjut

Belajar Membuat Simulasi

Selama sekolah, saya sempat membuat beberapa aplikasi simulasi dengan untuk beberapa kepentingan. Serunya membuat simulasi adalah nuansa riset itu sangat seru.

  1. Critical Path untuk Manajemen Proyeksoule of djikstraAplikasi ini dibuat pada tahun 2011. Mulanya adalah tugas kuliah untuk implementasi paper dengan suatu algoritma. Namun, karena algo yang dipaparkan pada paper agak rumit, akhirnya merekayasa dengan algoritma yang lebih sederhana(red: kesusahan mengimplementasikan paper awal, :v). Dan rekayasa algoritma yang dilakukan pada implementasi paper ini dibawa oleh Dosen yang membimbing pada sebuah seminar Internasional. Dan ini adalah paper pertama saya.Sebuah projek pasti punya job-job yang menjadi penyusunnya. Job-job ini tersusun sambung menyambung dari awal sampe akir. Setiap job memiliki waktu tertentu untuk diselesaikan. Aplikasi ini merupakan sebuah simulasi untuk mendapatkan waktu terpendek dari sebuah projek, agar suatu proyek berjalan dengan baik.

    Selain itu simulasi ini juga memberikan job-job mana yang harus mendapat perhatian khusus untuk menjaga agar timeline berjalan dengan baik. Mirip dengan Microsoft Project dong? hmm. mungkin pembuat Microsoft Projek pernah membuat simulasi ini sebelumnya. 😀

  2. Simulasi Hilangnya Energy dalam Infrastruktur Pipa
    3 - CopySimulasi ini digunakan untuk mengetahui Energy yang hilang dari suatu desain infrastruktur Pipa. Misalnya, desain struktur pipa PDAM di suatu kota. Simulasi ini memberikan gambaran energi dari sebuah desain struktur pipa tersebut. Manfaatnya? Jika ingin membuat pipa PDAM mengalir sampe ke pelosok melalui jalur A jadi bisa tahu, butuh pompa dengan kekuatan berapa. Macam pipa ada 6 pipa, dan hilangnya energy dihitung dengan persamaan Bernouli.Core, aplikasi ini dibangun dengan menggunakan aplikasi simulasi no.1.
  3. Pemodelan Urban Logistik Surabaya dengan Menggunakan Distribution Center
    Picture1

    Kota besar seperti Surabaya punya banyak retail yang tersebar. Dengan banyaknya retail dan banyak brand seperti Indomaret, Alfamaret, dsb, sedikit banyak akan menambah kemacetan, dan banyak membuang energi jika tidak dikelola dengan baik. Setiap brand mengirim brang dari gudang masing-masing ke retail masing-masing. Bahkan Indomaret dan Alfamaret yang lokasinya berseberangan jalan memiliki jalur distribusi yang berbeda. Belum lagi jika truk-truk besar masuk ke dari gudang ke ritel-ritelnya.Distribution Center adalah sebuah solusi yang ingin diketahui efektifitasnya pada simulasi ini. Solusi yang diberikan aplikasi ini adalah pemberian saran kepada pemerintah Surabaya untuk mendirikan Distribution Center untuk penampungan dan gudang retail yang ada di Surabaya sebagai point distribusi di Surabaya. Dengan variabel lokasi ritel-ritel se Surabaya, data kemacetan tiap jalan per jamnya setiap harinya, strategi group sebagai solusi distribusi terkelompok, aplikasi ini mensimulasikan berapa kilometer yang dihemat, berapa waktu yang diperlukan, dan dampak kemacetan yang ditimbulkan serta jalur distribusi yang baik untuk distribusi logistik di kota Surabaya.

    Anyway Ini adalah awal saya berkenalan dengan GIS,

  4. On Going
    Saat ini sedang riset mengembagkan sebuah dimulasi untuk keperluan distribusi industri. Semoga bisa segera selesai … Amiin

Manfaat Multiple Criteria Decision Making

Multiple Criteria Decision Making (MCDM) adalah sebuah teknik untuk pemilihan kandidat terbaik dari beberapa calon solusi berdasarkan beberapa kriteria.

Sebagai contoh, Tuan X ingin memilih HP terbaik diantara beberapa HP yang ada dipasaran dengan kriteria
1. Speknya bagus
2. OS nya user friendly
3. Harganya terjangkau
4. Servicenya bagus

Kandidat HP yang masuk kriteria Tuan X adalah iPhone, Samsung, Oppo, dan OnePlus. Dari kandidat HP tersebut tentu mempunyai plus minus jika dihadapkan dengan kriteria yang diinginkan Tuan X. Misalnya Samsung punya harga lebih mahal, tapi spek lebih bagus. Hal ini membuat Tuan X diharuskan membuat prioritas terhadap kriteria yang diinginkan (red: preferensi).

Pendekatan MCDM ini berbeda dengan analisa statistik data (analisa dataset, contoh: klasifikasi). Pendekatan analisa data akan cenderung mengatakan, misalnya, bahwa orang seperti Tuan X lebih baik memilih HP Samsung. Tentu jika mempunyai dataset bahwa orang seperti Tuan X biasanya cocok memilih HP tertentu akan lebih baik, sebab berdasarkan pengalaman. Namun adakalanya dalam suatu kasus kita tidak dihadapkan kasus memilih solusi terbaik namun tidak memiliki data pengalaman sama sekali.

Pendekatan analisa data banyak digunakan dalam dunia sains (klasifikasi) sebab mempunyai data empirik, dan punya tingkat preferensi yang rendah (objektif) sebab mempunyai data pengalaman. Berbeda dengan MCDM yang memiliki tingkat preferensi yang tinggi (subjektif) sebab tidak mempunyai data pengalaman.

MCDM banyak digunakan oleh manajemen perusahaan untuk memilih keputusan yang menguntungkan perusahaannya. Dalam suatu kasus, manajemen akan dihadapkan dengan sebuah kondisi untuk memilih keputusan terbaik berdasarkan kriteria yang ditetapkan perusahaan. Prioritas Kriteria menjadi sebuah variable strategi bagi manajemen perusahaan. Hanya saja, variable strategi ini mempunyai subjektifitas dan tingkat Human Error yang tinggi jika tidak dilakukan oleh expert.

Jika saja, MCDM ini digabungkan dengan sebuah analisa dataset (dari data perusahaan sejenis, atau keputusan manajemen di masa lalu), keputusan yang diambil akan memiliki kencenderungan berhasil lebih tinggi. Namun dataset seperti ini sangat jarang dikumpulkan dan dimiliki.

Simulasi adalah sebuah ekosistem yang memainkan data dan skenario untuk memberikan predikasi hasil yang empirik. Data yang didapat dari simulasi ini jika digunakan untuk menggantikan preferensi pada MCDM akan menjadi dukungan data dan prediksi yang sangat kuat bagi manajemen untuk mengambil keputusan.